Tuesday, March 24, 2020

Agamamu agamaku, budayamu budayaku, indonesia bangsa kita semua


Agamamu agamaku, budayamu budayaku, indonesia bangsa kita semua

Penulis : Muh. Alwi

Islam secara teologis merupakan sistem nilai dan ajaran yang bersifat
Ilahiyah dan transenden, sedangkan secara sosiologis merupakan fenomena
peradaban, kultural dan realitas sosial dalam kehidupan manusia.
Dialektika Islam dengan realitas kehidupan terus menerus menyertai agama ini sepanjang sejarahnya. Sejak awal kelahirannya, Islam tumbuh dan berkembang dalam suatu
kondisi yang tidak hampa budaya.
Sejak zaman Nabi peringatan seperti itu tidak pernah ada. Lagi pula hari raya resmi menurut ajaran agama cuma ada dua, yaitu Idul fitri dan Idul adha. Akan tetapi  perayaan maulid nabi hanyalah kegiatan yang menyemarakkan syiar agama, bukan perayaan yang bersifat ritual, sehingga tidak dapat dikategorikan bid`ah yang terlarang.
Tahun 580 Hijriah (1184 Masehi) tanggal 12 Rabiul-Awwal dirayakan sebagai hari maulid nabi dengan berbagai kegiatan yang membangkitkan semangat umat Islam.
Berkaitan dengan itu kemudian timbul pertanyaan kenapa maulid Nabi
setiap tahun diperingati? hal ini merupakan salah satu upaya untuk mengingat kembali sejarah nabi, untuk kemudian timbul semangat baru untuk meneladani bagaimana semangat berdakwah Rasulullah, bagaimana akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari serta bagaimana mendorong pengikut setia beliau menjadi generasi terbaik dari generasi yang pernah ada. Kesemuanya itu memerlukan refleksi kita bersama, sudah sejauh mana prilaku Nabi Muhammad SAW yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari? Jangan-jangan kita hanya pandai berslogan dan retorika belaka dan minim dalam implementasi.
Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW. Dan Haul Gaus syekh Al-Mukarram H. Andi Muhammad Saleh puang Turu.
#Tarekat_khalwatiyah_samman.
#Nahdlatul_Ulama

(Ahad, 17 November 2019)

No comments:

Post a Comment