Friday, May 15, 2020

Relasi Keserakahan Manusia dengan Virus Corona melalui Puisi Corona karya Bethan'


CORONA
Karya : Bethan'
             (Pengurus PMII RAYON FISIP UIM)

Tuhan tengah memperlihatkan kuasanya
Pada manusia-manusia yang tidak berjalan pada alurnya
Hanya dengan sebuah makhluk yang tidak kasap mata, bernama Corona...
Tuhan menggemparkan seluruh penjuru dunia
Membuka mata manusia yang selama ini terpejam
Menerangi hati manusia yang selama ini hitam...

Beberapa manusia, tersadar oleh kesalahannya
Sebagiannya, justru sibuk mencari siapa yang mau disalahkan atas ini semua
Rasanya semua bukan sebuah kebetulan...

Cina yang tengah tertawa terbahak-bahak setelah menyiksa umat Islam di Uighur tanpa perikemanusiaan
Ditampar habis oleh Tuhan dengan virus yang berasal dari Wuhan
Cina yang merasa negaranya paling hebat dimuka bumi
Harus menjatuhkan muka atas segala kekacauan ini...

Namun sekali lagi,
Ini sudah terlambat untuk saling menyalahkan
Ayo, kita berkerja sama untuk menghentikan segala kekacauan
Ikuti instruksi presiden dan segala jajaran 
Hidup bersih harus mulai dibiasakan
Masker ataupun cadar ayo kita kenakan
Jika bukan mukhrim, sebaiknya tidak bersentuhan
Selain menyehatkan, itu juga baik dimata Tuhan
Jika tidak di hentikan dari sekarang
Mungkin selanjutnya kita yang menjadi korban
Jika tidak segera sadar dari saat ini
Mungkin suatu saat nanti kita yang musti mati...

Makassar, 13 Mei 2020


Kepada Sang Pemilik Kebijakan Kampus karya Andi Khaeril Anwar

Kepada Sang Pemilik Kebijakan Kampus 

Karya : Andi Khaeril Anwar  
             (Pengurus PMII RAYON FISIP UIM)

TUAN Dan PUAN Birokrasi Terhormat.!!!
Tidakah kau membuka mata hatimu... 
Bukalah sedikit mata hatimu itu supaya engkau melihat kami ini sedang menderita karena wabah, lalu kau datang lagi membuat keputusan yang cukup mengejutkan buat mahasiswamu..!!
 Kami hanya meminta keToleransianmu terhadap kami....

Wahai TUAN Dan PUAN Birokrasi Yang terhormat.!!! 
Kami sudah terjerit beban kehidupan akibah wabah ini, kami juga tidak meminta hal ini terjadi tapi kehendak yang maha kuasa memaksa kami untuk begini, apalah daya kami ini.... Kami ini sudah terkena musibah wabah pandemi 
Lalu engkau datang pula memberi kami beban BPP... 
Ahhkkk dasar Tuan Dan Puan....!!!
Heii TUAN Dan PUAN Birokrasi kami yang Terhormat.!!! 
Apakah mata Hatimu sudah buta.? 
Kalau memang mata hatimu buta mungkin kau ini sudah tidak berperikemanusiaan.... Hahaha kau ini mirip dengan Orang-Orang di Parlemen sana.... 
Membuat keputusan tanpa melihat keadaan di bawah kamu...

TUAN Dan PUAN Birokrasi Yang Terhormat.!!! 
Kami juga ini manusia kami butuh makan dan sebagainya kami harus bertahan hidup untuk menghadapi wabah ini. 
Sedangakan Tuan Dan Puan mungkin masih mempunyai tabungan untuk menghadapi wabah ini,
Lalu bagaimana dengan kami ini ayah atau ibu tak tau harus bagaimana mencarikan kami nafkah,
Lalu engkau datang lagi menambah beban orang tua kami dengan kebijakan kamu itu(BPP). Apakah kau tak kasihan  terhadap kami..?
Atau memang kau ingin merampas kami.?

Ahhkk Sudahlah Para TUAN Dan PUAN Birokrasiku tercinta... 
Semoga kau cepat membuka mata hatimu itu yang buta atau entalah...!!! 
Semoga cepat pulih....

Jum'at,  15 Mei 2020

Saturday, April 4, 2020

Puisi Hasrat yang Terhempas karya Bethan'

HASRAT YANG TERHEMPAS
sumber gambar: basabasi.com

Oleh : Bethan'

Dalam angan masih terlintas
Bayangan semu yang terlepas
Menyebut namamu hanya sekilas
Kebawa mimpi yang tiada batas...

Malampun kian terbias
Dalam hening menghambat batas
Untuk mengingatmu tiada bebas
Hanya airmata yang mengalir deras...

Mengapa kau selalu membias
Jika hanya untuk hadir menindas
Hati terpuruk hanya melaras
Didalam jiwa yang semakin menganas...

Jika memang sudah tak membalas
Lebih baik diri ini engkau lepas
Supaya tak semakin pedas
Rasa hati yang kian terhempas...

Makassar, 04 April 2020

Tuesday, March 24, 2020

PEKATNYA KELAM

PEKATNYA KELAM

source : islampos.com

Karya : Ari Bethan

Hai dunia
waktu demi waktu telah
menjadi sejarah
Namun tak kuasa nurani menolak semuanya
Perihal mencuit selalu memerangi kluasa
Sehingga maksiat menjadi biasa

Ideologi hanya hamparan debu hina
Kapitalisme kian berkuasa atas prahara yang mematuk tangis keluguan
Jerit kedamaian pun terhapus rapi tanpa jejak

Kering kerontang memancarkan auranya
Menari riang penuh kebengisan
Menguntai genderang benteng intuisi
Hingga dahaga kebaikan enggan menyentuh hati

Hai dunia
Kelam selalu menjadi penyeka keringatmu
Tentang jelita memaksa dihamili tanpa cinta
Sambil menolak lalu menikam benih ciptaan-Nya

Lihatlah
Saat arjuna bercengkerama penuh celah
Mencicipi tiap sudut kenikmatan
Tanpa ada sesal menyertai

Hai dunia
Sepasang kilatan gelisah kian menghantui
Menutup kebenaran dari bening Sang Maha Kuasa
Hingga cemara subuh menyalah mengeram
Perihal lonceng iblis berdentang,
meruntuhkan rahmat yang ada

Hai dunia
Penyamun telah merampas keringat minoritas
Memecahkan monitor keadilan
dan hidup di atas emas berbau maksiat

Sungguh, aku ingin menolongmu
Membasuhmu dengan ketulusan
Menatamu kembali dari tiap sudut
Lantaran Ilham dari sang Khalik

Makassar, 23 Februari 2020

Apa ini yang kau inginkan?

Apa ini yang kau inginkan?
source : pusaka madinah

Karya Muh Alwi
Terperangah diri ini..
Melihat sodara dan sodariku tergodah bisikan manis dari iblis yang berubah menjadi pil.
Marijuana dan kristal laknat yg berubah menjadi sabu. Sesak dada ini, melihat asap setan mengepul dibumi pertiwi.
Membius generasi muda dengan buaian mimpi yang menghatarkan pada gerbang kehancuran.
Engkau yg ingin hancurkan masa depanmu.
Hancurlah masa depan keluargamu
Dan iblis akan menari nari diatas jiwamu hahah.. Hahaha
Hari hari masih panjang, banyak harapan dimasa depan.
Hanya dngn narkotika dan obt terlarang apa hidupmu akan kau pertaruhkan?...
Dalam sebutir biji heroin yg membuat mu merangkak dibawa kaki setan.
Yg menginjak injak mu dan merasa sakit dan terhukum.
Apa ini yg kau inginkan?
Perhatian?, sedih? Melihat korban begitu banyak.
Benci?  Kesal?  Melihat mereka mencari keuntungan dengan merusak moral bangsa.
Dengn Tubuh megerang, mata berbusa, urat urat mengeras kaku,  dan terkuras lemah dan akhirnya... Innahlillahi wainnailaihi rojiun.
Menjauhlah dari kehidupan kami.
Jangan ganggu lagi kami.
Jangan rayu lagi kami
Dan jangan gangu lagi kami.
Kami ingin hidup nyaman dan tentram dijalan ilahi.

Agamamu agamaku, budayamu budayaku, indonesia bangsa kita semua


Agamamu agamaku, budayamu budayaku, indonesia bangsa kita semua

Penulis : Muh. Alwi

Islam secara teologis merupakan sistem nilai dan ajaran yang bersifat
Ilahiyah dan transenden, sedangkan secara sosiologis merupakan fenomena
peradaban, kultural dan realitas sosial dalam kehidupan manusia.
Dialektika Islam dengan realitas kehidupan terus menerus menyertai agama ini sepanjang sejarahnya. Sejak awal kelahirannya, Islam tumbuh dan berkembang dalam suatu
kondisi yang tidak hampa budaya.
Sejak zaman Nabi peringatan seperti itu tidak pernah ada. Lagi pula hari raya resmi menurut ajaran agama cuma ada dua, yaitu Idul fitri dan Idul adha. Akan tetapi  perayaan maulid nabi hanyalah kegiatan yang menyemarakkan syiar agama, bukan perayaan yang bersifat ritual, sehingga tidak dapat dikategorikan bid`ah yang terlarang.
Tahun 580 Hijriah (1184 Masehi) tanggal 12 Rabiul-Awwal dirayakan sebagai hari maulid nabi dengan berbagai kegiatan yang membangkitkan semangat umat Islam.
Berkaitan dengan itu kemudian timbul pertanyaan kenapa maulid Nabi
setiap tahun diperingati? hal ini merupakan salah satu upaya untuk mengingat kembali sejarah nabi, untuk kemudian timbul semangat baru untuk meneladani bagaimana semangat berdakwah Rasulullah, bagaimana akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari serta bagaimana mendorong pengikut setia beliau menjadi generasi terbaik dari generasi yang pernah ada. Kesemuanya itu memerlukan refleksi kita bersama, sudah sejauh mana prilaku Nabi Muhammad SAW yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari? Jangan-jangan kita hanya pandai berslogan dan retorika belaka dan minim dalam implementasi.
Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW. Dan Haul Gaus syekh Al-Mukarram H. Andi Muhammad Saleh puang Turu.
#Tarekat_khalwatiyah_samman.
#Nahdlatul_Ulama

(Ahad, 17 November 2019)

Monday, February 24, 2020

Pendidikan di Kalangan para Mahasiswa
Penulis: Andi Khaeril Anwar

Apa kabar buat para pengeyam pendidikan indonesia.?
Apakah pendidikan saat ini sudah baik menurut mu....? 
Mari kita lihat pendidikan sekarang. 
Dimana pengajar itu ibaratkan Tuhan, sedangkan mahasiswa hanyalah budak bagi mereka. 
Mahasiswa dipaksakan untuk menuruti apa yang mereka mau dan semua yang mereka katakan itu benar. Sehingga tidak ada hubungan timbal balik antar pengajar dengan orang yang diajarnya.
Mengutip perkataan salah satu tokoh pendidikan yaitu Paulo Freire mengatakan pendidikan saat ini adalah pendidikan system Banking. 
Nyatanya itu terjadi saat ini, pengajar seolah-olah tau akan segala hal dan mahasiswa tidak tau apa-apa, pengajar memilih dan memaksa pilihannya, dan mahasiswa seakan-akan harus tunduk pada kemauannya. Apakah ada keadilan buat para mahasiswa yang mengenyam pendidikan saat ini.?
Katanya mencerdaskan anak bangsa apakah harus mahasiswa dipaksa untuk menuruti kemauannya.? 
Sehingga mahasiswa dibudak oleh mereka(pengajar), seharusnya pengajar itu memberikan mahasiswa kebebasan untuk berbicara ketika proses belajar menjarar berlangsung, bukannya mahasiswa hanya di suruh mendengarkan cocoklogi. mahasiswa juga butuh dialektika antar sipengajar dan mahasiswanya, . 
Cobalah pengajar menerapkan POD pendidikan orang dewasa(andragogi) seperti belajar untuk berfikir/logis, belajar untuk berbuat, belajar menyelesaikan permasalahan dan menjadi diri sendiri. Mahasiswa bukan lagi anak-anak yang mau di ajarkan pendidikan anak kecil (pedagogi). tidak seharusnya mahasiswa itu di bungkam pengajar, dan ketika mahasiswa menetang apa yang si pengajar sampaikan dan tidak sesuai fakta yang ada malah mahasiswa lah yang di ancam. 
Apakah ini namanya memanusiakan manusia.? pengajar hanya mengejar jam mengajar sehingga ada mahasiswa yang kadang terlupakan olehmu, bukan seharusnya pengajar menekan mahasiswa seenaknya saja, mahasiswa juga punya hak dalam dunia pendidikan. 
Sehingga mahasiswa mau tidak mau harus menuruti perkataan pengajar tapi hanya sesaat, itu pun kalau masuk akal yang pengajar sampaikan. 
Dan yang menjadi permasalahan mendasar di kalangan mahasiswa adalah sistem ajar mengajar dimana mahasiswa di jadikan subjek sedangkan pengajar adalah objeknya. Sehingga yang dihasilkan mahasiswa dari sistem ini adalah manusia yang hanya siap untuk memenuhi zaman dan bukannya besikap kritis terhadap zamanya. Maka disini dibutuhkan kerja sama antara pengajar dan mahasiswa untuk mengatasinya. 
Dan mahasiswa pun punya kewajiban untuk menuntut ilmu, begitu pun pengajar yang mempunyai kewajiaban mencerdaskan anak bangsa menurut Ki Hajar Dewantara. 
Tapi dimana slogam itu.? Bukanya mahasiswa tidak suka dengan pengajar tapi mahasiswa itu hanya tidak setuju dengan sistem pendidikan saat ini yang pengajar ajarkan kepada mahasiswa tersebut, Karena pendidikan sekarang terjadi proses dehumanisasi(tidak memanusiakan manusia). Sehinggah banyak faktor yang mempengaruhi rendahnya kualitas pendidikan saat ini, dan yang membuat banyak faktor diantaranya rendahnya kualitas pengajar, pengajar hanya mengandalkan visual(laptop) bukan pemahaman.

Relasi Keserakahan Manusia dengan Virus Corona melalui Puisi Corona karya Bethan'

CORONA Karya : Bethan'              (Pengurus PMII RAYON FISIP UIM) Tuhan tengah memperlihatkan kuasanya Pada manusia-man...