PEKATNYA KELAM
source : islampos.com
Karya : Ari Bethan
Hai dunia
waktu demi waktu telah
menjadi sejarah
Namun tak kuasa nurani menolak semuanya
Perihal mencuit selalu memerangi kluasa
Sehingga maksiat menjadi biasa
Ideologi hanya hamparan debu hina
Kapitalisme kian berkuasa atas prahara yang mematuk tangis keluguan
Jerit kedamaian pun terhapus rapi tanpa jejak
Kering kerontang memancarkan auranya
Menari riang penuh kebengisan
Menguntai genderang benteng intuisi
Hingga dahaga kebaikan enggan menyentuh hati
Hai dunia
Kelam selalu menjadi penyeka keringatmu
Tentang jelita memaksa dihamili tanpa cinta
Sambil menolak lalu menikam benih ciptaan-Nya
Lihatlah
Saat arjuna bercengkerama penuh celah
Mencicipi tiap sudut kenikmatan
Tanpa ada sesal menyertai
Hai dunia
Sepasang kilatan gelisah kian menghantui
Menutup kebenaran dari bening Sang Maha Kuasa
Hingga cemara subuh menyalah mengeram
Perihal lonceng iblis berdentang,
meruntuhkan rahmat yang ada
Hai dunia
Penyamun telah merampas keringat minoritas
Memecahkan monitor keadilan
dan hidup di atas emas berbau maksiat
Sungguh, aku ingin menolongmu
Membasuhmu dengan ketulusan
Menatamu kembali dari tiap sudut
Lantaran Ilham dari sang Khalik
Makassar, 23 Februari 2020


