Tuesday, March 24, 2020

PEKATNYA KELAM

PEKATNYA KELAM

source : islampos.com

Karya : Ari Bethan

Hai dunia
waktu demi waktu telah
menjadi sejarah
Namun tak kuasa nurani menolak semuanya
Perihal mencuit selalu memerangi kluasa
Sehingga maksiat menjadi biasa

Ideologi hanya hamparan debu hina
Kapitalisme kian berkuasa atas prahara yang mematuk tangis keluguan
Jerit kedamaian pun terhapus rapi tanpa jejak

Kering kerontang memancarkan auranya
Menari riang penuh kebengisan
Menguntai genderang benteng intuisi
Hingga dahaga kebaikan enggan menyentuh hati

Hai dunia
Kelam selalu menjadi penyeka keringatmu
Tentang jelita memaksa dihamili tanpa cinta
Sambil menolak lalu menikam benih ciptaan-Nya

Lihatlah
Saat arjuna bercengkerama penuh celah
Mencicipi tiap sudut kenikmatan
Tanpa ada sesal menyertai

Hai dunia
Sepasang kilatan gelisah kian menghantui
Menutup kebenaran dari bening Sang Maha Kuasa
Hingga cemara subuh menyalah mengeram
Perihal lonceng iblis berdentang,
meruntuhkan rahmat yang ada

Hai dunia
Penyamun telah merampas keringat minoritas
Memecahkan monitor keadilan
dan hidup di atas emas berbau maksiat

Sungguh, aku ingin menolongmu
Membasuhmu dengan ketulusan
Menatamu kembali dari tiap sudut
Lantaran Ilham dari sang Khalik

Makassar, 23 Februari 2020

Apa ini yang kau inginkan?

Apa ini yang kau inginkan?
source : pusaka madinah

Karya Muh Alwi
Terperangah diri ini..
Melihat sodara dan sodariku tergodah bisikan manis dari iblis yang berubah menjadi pil.
Marijuana dan kristal laknat yg berubah menjadi sabu. Sesak dada ini, melihat asap setan mengepul dibumi pertiwi.
Membius generasi muda dengan buaian mimpi yang menghatarkan pada gerbang kehancuran.
Engkau yg ingin hancurkan masa depanmu.
Hancurlah masa depan keluargamu
Dan iblis akan menari nari diatas jiwamu hahah.. Hahaha
Hari hari masih panjang, banyak harapan dimasa depan.
Hanya dngn narkotika dan obt terlarang apa hidupmu akan kau pertaruhkan?...
Dalam sebutir biji heroin yg membuat mu merangkak dibawa kaki setan.
Yg menginjak injak mu dan merasa sakit dan terhukum.
Apa ini yg kau inginkan?
Perhatian?, sedih? Melihat korban begitu banyak.
Benci?  Kesal?  Melihat mereka mencari keuntungan dengan merusak moral bangsa.
Dengn Tubuh megerang, mata berbusa, urat urat mengeras kaku,  dan terkuras lemah dan akhirnya... Innahlillahi wainnailaihi rojiun.
Menjauhlah dari kehidupan kami.
Jangan ganggu lagi kami.
Jangan rayu lagi kami
Dan jangan gangu lagi kami.
Kami ingin hidup nyaman dan tentram dijalan ilahi.

Agamamu agamaku, budayamu budayaku, indonesia bangsa kita semua


Agamamu agamaku, budayamu budayaku, indonesia bangsa kita semua

Penulis : Muh. Alwi

Islam secara teologis merupakan sistem nilai dan ajaran yang bersifat
Ilahiyah dan transenden, sedangkan secara sosiologis merupakan fenomena
peradaban, kultural dan realitas sosial dalam kehidupan manusia.
Dialektika Islam dengan realitas kehidupan terus menerus menyertai agama ini sepanjang sejarahnya. Sejak awal kelahirannya, Islam tumbuh dan berkembang dalam suatu
kondisi yang tidak hampa budaya.
Sejak zaman Nabi peringatan seperti itu tidak pernah ada. Lagi pula hari raya resmi menurut ajaran agama cuma ada dua, yaitu Idul fitri dan Idul adha. Akan tetapi  perayaan maulid nabi hanyalah kegiatan yang menyemarakkan syiar agama, bukan perayaan yang bersifat ritual, sehingga tidak dapat dikategorikan bid`ah yang terlarang.
Tahun 580 Hijriah (1184 Masehi) tanggal 12 Rabiul-Awwal dirayakan sebagai hari maulid nabi dengan berbagai kegiatan yang membangkitkan semangat umat Islam.
Berkaitan dengan itu kemudian timbul pertanyaan kenapa maulid Nabi
setiap tahun diperingati? hal ini merupakan salah satu upaya untuk mengingat kembali sejarah nabi, untuk kemudian timbul semangat baru untuk meneladani bagaimana semangat berdakwah Rasulullah, bagaimana akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari serta bagaimana mendorong pengikut setia beliau menjadi generasi terbaik dari generasi yang pernah ada. Kesemuanya itu memerlukan refleksi kita bersama, sudah sejauh mana prilaku Nabi Muhammad SAW yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari? Jangan-jangan kita hanya pandai berslogan dan retorika belaka dan minim dalam implementasi.
Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW. Dan Haul Gaus syekh Al-Mukarram H. Andi Muhammad Saleh puang Turu.
#Tarekat_khalwatiyah_samman.
#Nahdlatul_Ulama

(Ahad, 17 November 2019)

Relasi Keserakahan Manusia dengan Virus Corona melalui Puisi Corona karya Bethan'

CORONA Karya : Bethan'              (Pengurus PMII RAYON FISIP UIM) Tuhan tengah memperlihatkan kuasanya Pada manusia-man...