Saturday, April 4, 2020

Puisi Hasrat yang Terhempas karya Bethan'

HASRAT YANG TERHEMPAS
sumber gambar: basabasi.com

Oleh : Bethan'

Dalam angan masih terlintas
Bayangan semu yang terlepas
Menyebut namamu hanya sekilas
Kebawa mimpi yang tiada batas...

Malampun kian terbias
Dalam hening menghambat batas
Untuk mengingatmu tiada bebas
Hanya airmata yang mengalir deras...

Mengapa kau selalu membias
Jika hanya untuk hadir menindas
Hati terpuruk hanya melaras
Didalam jiwa yang semakin menganas...

Jika memang sudah tak membalas
Lebih baik diri ini engkau lepas
Supaya tak semakin pedas
Rasa hati yang kian terhempas...

Makassar, 04 April 2020

Tuesday, March 24, 2020

PEKATNYA KELAM

PEKATNYA KELAM

source : islampos.com

Karya : Ari Bethan

Hai dunia
waktu demi waktu telah
menjadi sejarah
Namun tak kuasa nurani menolak semuanya
Perihal mencuit selalu memerangi kluasa
Sehingga maksiat menjadi biasa

Ideologi hanya hamparan debu hina
Kapitalisme kian berkuasa atas prahara yang mematuk tangis keluguan
Jerit kedamaian pun terhapus rapi tanpa jejak

Kering kerontang memancarkan auranya
Menari riang penuh kebengisan
Menguntai genderang benteng intuisi
Hingga dahaga kebaikan enggan menyentuh hati

Hai dunia
Kelam selalu menjadi penyeka keringatmu
Tentang jelita memaksa dihamili tanpa cinta
Sambil menolak lalu menikam benih ciptaan-Nya

Lihatlah
Saat arjuna bercengkerama penuh celah
Mencicipi tiap sudut kenikmatan
Tanpa ada sesal menyertai

Hai dunia
Sepasang kilatan gelisah kian menghantui
Menutup kebenaran dari bening Sang Maha Kuasa
Hingga cemara subuh menyalah mengeram
Perihal lonceng iblis berdentang,
meruntuhkan rahmat yang ada

Hai dunia
Penyamun telah merampas keringat minoritas
Memecahkan monitor keadilan
dan hidup di atas emas berbau maksiat

Sungguh, aku ingin menolongmu
Membasuhmu dengan ketulusan
Menatamu kembali dari tiap sudut
Lantaran Ilham dari sang Khalik

Makassar, 23 Februari 2020

Apa ini yang kau inginkan?

Apa ini yang kau inginkan?
source : pusaka madinah

Karya Muh Alwi
Terperangah diri ini..
Melihat sodara dan sodariku tergodah bisikan manis dari iblis yang berubah menjadi pil.
Marijuana dan kristal laknat yg berubah menjadi sabu. Sesak dada ini, melihat asap setan mengepul dibumi pertiwi.
Membius generasi muda dengan buaian mimpi yang menghatarkan pada gerbang kehancuran.
Engkau yg ingin hancurkan masa depanmu.
Hancurlah masa depan keluargamu
Dan iblis akan menari nari diatas jiwamu hahah.. Hahaha
Hari hari masih panjang, banyak harapan dimasa depan.
Hanya dngn narkotika dan obt terlarang apa hidupmu akan kau pertaruhkan?...
Dalam sebutir biji heroin yg membuat mu merangkak dibawa kaki setan.
Yg menginjak injak mu dan merasa sakit dan terhukum.
Apa ini yg kau inginkan?
Perhatian?, sedih? Melihat korban begitu banyak.
Benci?  Kesal?  Melihat mereka mencari keuntungan dengan merusak moral bangsa.
Dengn Tubuh megerang, mata berbusa, urat urat mengeras kaku,  dan terkuras lemah dan akhirnya... Innahlillahi wainnailaihi rojiun.
Menjauhlah dari kehidupan kami.
Jangan ganggu lagi kami.
Jangan rayu lagi kami
Dan jangan gangu lagi kami.
Kami ingin hidup nyaman dan tentram dijalan ilahi.

Agamamu agamaku, budayamu budayaku, indonesia bangsa kita semua


Agamamu agamaku, budayamu budayaku, indonesia bangsa kita semua

Penulis : Muh. Alwi

Islam secara teologis merupakan sistem nilai dan ajaran yang bersifat
Ilahiyah dan transenden, sedangkan secara sosiologis merupakan fenomena
peradaban, kultural dan realitas sosial dalam kehidupan manusia.
Dialektika Islam dengan realitas kehidupan terus menerus menyertai agama ini sepanjang sejarahnya. Sejak awal kelahirannya, Islam tumbuh dan berkembang dalam suatu
kondisi yang tidak hampa budaya.
Sejak zaman Nabi peringatan seperti itu tidak pernah ada. Lagi pula hari raya resmi menurut ajaran agama cuma ada dua, yaitu Idul fitri dan Idul adha. Akan tetapi  perayaan maulid nabi hanyalah kegiatan yang menyemarakkan syiar agama, bukan perayaan yang bersifat ritual, sehingga tidak dapat dikategorikan bid`ah yang terlarang.
Tahun 580 Hijriah (1184 Masehi) tanggal 12 Rabiul-Awwal dirayakan sebagai hari maulid nabi dengan berbagai kegiatan yang membangkitkan semangat umat Islam.
Berkaitan dengan itu kemudian timbul pertanyaan kenapa maulid Nabi
setiap tahun diperingati? hal ini merupakan salah satu upaya untuk mengingat kembali sejarah nabi, untuk kemudian timbul semangat baru untuk meneladani bagaimana semangat berdakwah Rasulullah, bagaimana akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari serta bagaimana mendorong pengikut setia beliau menjadi generasi terbaik dari generasi yang pernah ada. Kesemuanya itu memerlukan refleksi kita bersama, sudah sejauh mana prilaku Nabi Muhammad SAW yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari? Jangan-jangan kita hanya pandai berslogan dan retorika belaka dan minim dalam implementasi.
Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW. Dan Haul Gaus syekh Al-Mukarram H. Andi Muhammad Saleh puang Turu.
#Tarekat_khalwatiyah_samman.
#Nahdlatul_Ulama

(Ahad, 17 November 2019)

Monday, February 24, 2020

Pendidikan di Kalangan para Mahasiswa
Penulis: Andi Khaeril Anwar

Apa kabar buat para pengeyam pendidikan indonesia.?
Apakah pendidikan saat ini sudah baik menurut mu....? 
Mari kita lihat pendidikan sekarang. 
Dimana pengajar itu ibaratkan Tuhan, sedangkan mahasiswa hanyalah budak bagi mereka. 
Mahasiswa dipaksakan untuk menuruti apa yang mereka mau dan semua yang mereka katakan itu benar. Sehingga tidak ada hubungan timbal balik antar pengajar dengan orang yang diajarnya.
Mengutip perkataan salah satu tokoh pendidikan yaitu Paulo Freire mengatakan pendidikan saat ini adalah pendidikan system Banking. 
Nyatanya itu terjadi saat ini, pengajar seolah-olah tau akan segala hal dan mahasiswa tidak tau apa-apa, pengajar memilih dan memaksa pilihannya, dan mahasiswa seakan-akan harus tunduk pada kemauannya. Apakah ada keadilan buat para mahasiswa yang mengenyam pendidikan saat ini.?
Katanya mencerdaskan anak bangsa apakah harus mahasiswa dipaksa untuk menuruti kemauannya.? 
Sehingga mahasiswa dibudak oleh mereka(pengajar), seharusnya pengajar itu memberikan mahasiswa kebebasan untuk berbicara ketika proses belajar menjarar berlangsung, bukannya mahasiswa hanya di suruh mendengarkan cocoklogi. mahasiswa juga butuh dialektika antar sipengajar dan mahasiswanya, . 
Cobalah pengajar menerapkan POD pendidikan orang dewasa(andragogi) seperti belajar untuk berfikir/logis, belajar untuk berbuat, belajar menyelesaikan permasalahan dan menjadi diri sendiri. Mahasiswa bukan lagi anak-anak yang mau di ajarkan pendidikan anak kecil (pedagogi). tidak seharusnya mahasiswa itu di bungkam pengajar, dan ketika mahasiswa menetang apa yang si pengajar sampaikan dan tidak sesuai fakta yang ada malah mahasiswa lah yang di ancam. 
Apakah ini namanya memanusiakan manusia.? pengajar hanya mengejar jam mengajar sehingga ada mahasiswa yang kadang terlupakan olehmu, bukan seharusnya pengajar menekan mahasiswa seenaknya saja, mahasiswa juga punya hak dalam dunia pendidikan. 
Sehingga mahasiswa mau tidak mau harus menuruti perkataan pengajar tapi hanya sesaat, itu pun kalau masuk akal yang pengajar sampaikan. 
Dan yang menjadi permasalahan mendasar di kalangan mahasiswa adalah sistem ajar mengajar dimana mahasiswa di jadikan subjek sedangkan pengajar adalah objeknya. Sehingga yang dihasilkan mahasiswa dari sistem ini adalah manusia yang hanya siap untuk memenuhi zaman dan bukannya besikap kritis terhadap zamanya. Maka disini dibutuhkan kerja sama antara pengajar dan mahasiswa untuk mengatasinya. 
Dan mahasiswa pun punya kewajiban untuk menuntut ilmu, begitu pun pengajar yang mempunyai kewajiaban mencerdaskan anak bangsa menurut Ki Hajar Dewantara. 
Tapi dimana slogam itu.? Bukanya mahasiswa tidak suka dengan pengajar tapi mahasiswa itu hanya tidak setuju dengan sistem pendidikan saat ini yang pengajar ajarkan kepada mahasiswa tersebut, Karena pendidikan sekarang terjadi proses dehumanisasi(tidak memanusiakan manusia). Sehinggah banyak faktor yang mempengaruhi rendahnya kualitas pendidikan saat ini, dan yang membuat banyak faktor diantaranya rendahnya kualitas pengajar, pengajar hanya mengandalkan visual(laptop) bukan pemahaman.

Monday, February 17, 2020

Bikin Pangling! Ternyata Begini Profil Pengurus PMII RAYON FISIP UIM

 STRUKTUR PENGURUS
PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA
 KOMISARIAT UNIVERSITAS ISLAM MAKASSAR 
CABANG METRO MAKASSAR
 MASA KHIDMAT 2019-2020













































Tuesday, December 24, 2019

Aku Bergaya Maka Aku Ada
Penulis: Abdul Majid

Gaya Hidup masyarakat semakin hari semakin berkembang mengikuti perubahan zaman yang mengacu dan bergerak pada modernitas. Gaya hidup bisa dikatakan menjadi sebuah tren dan kebutuhan bagi setiap masyarakat. Gaya hidup atau lifestyle jika dikaitkan dengan status sosial, sepertinya adalah dua hal yang tidak bisa untuk dipisahkan, karena mau tidak mau suka tidak suka, kita hidup didalam susunan masyarakat, sedangkan gaya hidup berperan untuk memperlihatkan eksistensi kita dalam bermasyarakat.
        David Chaney misalnya yang mengatakan bahwa gaya hidup adalah pola-pola tindakan yang membadakan antara satu orang dengan orang lain. Dari penjelasan David Chaney tersebut kita bisa menarik kesimpulan bahwa gaya hidup adalah setiap perilaku dan praktik hidup yang mencirikan status sosial seseorang.
Menurut Roland Barthes makanan, minuman, pakaian, mobil dan semuanya, itu adalah suatu tanda bahwa, untuk menunjukkan status sosial masyarakat kita bisa melihat baju, makanan, minuman dan lain sebagainya yang digunakan oleh masyarakat tersebut, karena semua hal itu adalah simbol. Yang artinya adalah gaya hidup dapat membantu mendefinisikan sikap, nilai-nilai, kekayaan serta status sosial kita dalam masyarakat.
        Pada prinsipnya gaya hidup adalah bagaimana seseorang menghabiskan waktu dengan aktifitas-aktifitasnya. Ada orang yang senang mencari hiburan bersama teman-temannya, ada yang senang menyendiri, ada yang suka bepergian bersama keluarga, bebelanja, dan ada pula yang melakukan aktifitas dinamis. Dan status sosial berbicara soal kedudukan seseorang didalam kelompok atau masyarakat, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa gaya hidup sangat berpengaruh untuk menggambarkan status sosial masyarakat.
      Gaya hidup dapat menggambarkan status sosial masyarakat. Dari cara berpakaian misalnya, masyarakat yang menggunakan pakaian mahal dan bermerk dapat menggambarkan bahwa status sosial masyarakat tersebut berada pada kelas menengah keatas, sedangkan masyarakat dengan pakaian buluk dan tak bermerk dapat ditebak bahwa dia berada pada status sosial kelas bawah. Semakin mahal atau semakin tinggi komponen-komponen yang mendukung gaya hidup suatu masyarakat, maka semakin tinggi pula kelas dalam status sosial masyarakat tersebut.
       Hal ini tentu juga menjadi kabar baik untuk para pemilik modal, hal ini lebih didukung dengan sifat masyarakat indonesia yang cenderung konsumtif. Pakaian bermerk, smartphone dan tempat tinggal yang mewah, mungkin menjadi sedikit dari sekian banyaknya komponen penunjang gaya hidup yang dapat dijadikan pemilik modal sebagai lahan pencetak uang. Masyarakat konsumen pasti akan meras ketinggalan zaman dan minder ketika tidak membeli dan memiliki produk-produk terbaru yang dipersepsi sebagai bagian dari identitas atau simbol status sosial masyarakat.
    Kebutuhan terus-menerus untuk selalu berbelanja maupun menunjukkan gaya hidup agar selalu tampak menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman adalah peluang bagi perusahaan-perusahaan atau kekuatan industi komersial untuk terus memproduksi sekaligus mendefinisikan bagaimana seseorang harus hidup dan tampil ditengah perkembangan zaman yang makin global.
    "Aku Bergaya Maka Aku Ada". Ini mungkin menjadi slogan yang cocok untuk menggambarkan kehidupan masyarakat saat ini yang menjadikan gaya hidup sebagai tolak ukur perbedaan status sosial masyarakat, masyarakat yang berada pada status sosial kelas atas akan lebih dipandang dibanding masyarakat yang berada pada status sosial kelas bawah.

Relasi Keserakahan Manusia dengan Virus Corona melalui Puisi Corona karya Bethan'

CORONA Karya : Bethan'              (Pengurus PMII RAYON FISIP UIM) Tuhan tengah memperlihatkan kuasanya Pada manusia-man...